STUDI KOMPARATIF MAHAR NON MATERI PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI

RAFIKA FEBRIYANI, 1860102222248 and FATHUL IHSANI, 199001032025211016 (2026) STUDI KOMPARATIF MAHAR NON MATERI PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN IMAM HANAFI. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (690kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (555kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (166kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (375kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (242kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (237kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (199kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (508kB)

Abstract

Skripsi dengan judul Skripsi dengan judul “Studi Komparatif Mahar Non Materi Perspektif Imam Syafi’i dan Imam Hanafi” ini ditulis oleh Rafika Febriyani, NIM. 1860102222248, Prodi Hukum Keluarga Islam Jurusan Syariah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum dengan pembimbing Dr. Fathul Ihsani, S.Sy., M.H. Kata kunci : Studi Komparasi, Mahar Non Materi, Imam Syafi’i, Imam Hanafi Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya muncul praktik mahar non-fisik atau mahar non materi, seperti hafalan Al-Qur’an, pengajaran ilmu agama, atau janji setia, yang dinilai memudahkan dan meringankan pernikahan. Dalam hal ini, terdapat perbedaan pendapat antara Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanafi yang berakar pada perbedaan dalil dan metode istinbath hukum. Tujuan penelitian ini : 1) Untuk mengetahui pandangan Imam Syafi’i mengenai status hukum mahar non materi dalam akad pernikahan. 2) Untuk memahami pandangan Imam Hanafi terkait status hukum mahar non materi dalam akad pernikahan. 3) Untuk menganalisis persamaan dan perbedaan pandangan Imam Syafi’i dan Imam Hanafi tentang keabsahan mahar non materi serta faktor-faktor yang menjadi dasar perbedaan pendapat tersebut. 4) Untuk mengevaluasi relevansi pemikiran Imam Syafi’i dan Imam Hanafi tentang mahar non materi dalam konteks praktik pernikahan masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif dan studi komparatif, yang menggunakan pendekatan konseptual serta perbandingan untuk menganalisis pandangan Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanafi tentang mahar non materi berdasarkan sumber data primer berupa kitab-kitab fikih klasik dan data sekunder dari literatur akademik pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan teknik membaca, menelaah, mengklasifikasi, dan mencatat sumber yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode komparatif untuk menemukan persamaan, perbedaan, serta menarik kesimpulan dari kedua pandangan mazhab tersebut. Hasil penelitian : 1) Imam Syafi’i membolehkan mahar non materi selama memiliki nilai, jelas bentuk dan manfaatnya, serta disepakati dalam akad. Mahar tidak harus berupa harta benda dan tidak memiliki batas minimal nominal; jasa atau pengajaran Al-Qur’an sah dijadikan mahar selama bernilai dan disetujui kedua pihak, dengan menekankan prinsip kerelaan dan kemudahan. 2) Imam Hanafi mensyaratkan mahar harus berupa harta (mal) yang bernilai, jelas jenis dan kadarnya, serta dapat diserahkan, dengan batas minimal sepuluh dirham. Mahar non-material yang tidak termasuk kategori harta pada dasarnya tidak sah dan diganti dengan mahar mitsil, meskipun manfaat yang terukur dapat dibolehkan menurut perkembangan pendapat ulama Hanafi. 3) Keduanya sepakat bahwa mahar bukan syarat sah akad nikah dan wajib diganti dengan mahar mitsil apabila tidak memenuhi ketentuan. Perbedaannya terletak pada batas minimal, tingkat fleksibilitas, dan standar nilai ekonomi. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan dalil dan metode istinbath; mazhab Hanafi lebih menekankan qiyas dan perlindungan nilai ekonomi, sedangkan mazhab Syafi’i lebih berpegang pada hadis shahih serta prinsip kemudahan dan kesepakatan. 4) Relevansi masa kini pandangan Syafi’i lebih fleksibel terhadap praktik mahar modern yang beragam, termasuk jasa dan bentuk non-konvensional. Sementara itu, pandangan Hanafi relevan sebagai bentuk perlindungan hukum dan ekonomi bagi istri melalui penegasan kejelasan, nilai, dan kepastian mahar.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Keluarga Islam
Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 1860102222248 RAFIKA FEBRIYANI
Date Deposited: 06 Aug 2026 01:30
Last Modified: 06 Aug 2026 01:30
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70523

Actions (login required)

View Item View Item