MANAJEMEN KOMUNIKASI ORGANISASI ANTARA PENGURUS DAN SANTRI DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI PONDOK PESANTREN RAUDATUL MUSTOFA REJOTANGAN TULUNGAGUNG

WAHYU TIARHANY, 126304213209 and BARLIAN ANUNG PRABANDONO, 199312262022032003 (2025) MANAJEMEN KOMUNIKASI ORGANISASI ANTARA PENGURUS DAN SANTRI DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI PONDOK PESANTREN RAUDATUL MUSTOFA REJOTANGAN TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (820kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (269kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (227kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (409kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (554kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (262kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (503kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (235kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (566kB)

Abstract

Praktik bullying di pesantren dianggap sebagai hal sudah mentradisi di pesantren dan bahkan santri yang menjadi pelaku bullying mengetahui bahwa bullying adalah perbuatan yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen komunikasi organisasi antara pengurus dan santri dalam pencegahan bullying di Pondok Pesantren Raudatul Mustofa Rejotangan Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus klinis, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi organisasi di pesantren sangat penting dalam pencegahan perundungan yang mencakup perencanaan, implementasi, evaluasi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal. Komunikasi organisasi di pesantren telah memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman. Komunikasi efektif antara pengurus dan santri, melalui pembinaan rutin, sosialisasi nilai-nilai anti-bullying, serta mekanisme pengaduan yang transparan, berperan signifikan dalam menekan kasus bullying. Namun, tantangan seperti hierarki pesantren dan kesenjangan komunikasi masih perlu diatasi. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya penguatan manajemen komunikasi partisipatif dan pelibatan seluruh stakeholders untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan kondusif. Kata Kunci : Bullying, Manajemen, Komunikasi Organisasi, Pesantren

Item Type: Skripsi
Subjects: Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: 126304213209 WAHYU TIARHANY
Date Deposited: 19 Aug 2026 06:37
Last Modified: 19 Aug 2026 06:37
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71010

Actions (login required)

View Item View Item