RIZKA ALIFIA RAMADHANI, 1860308223262 and FEMITA ADELINA, 199402262023211001 (2026) SELF ACCEPTANCE PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI TEKANAN TOXIC MASCULINITY. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (358kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (418kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (580kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (347kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (284kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (328kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Skripsi berjudul "Self Accaptance pada Mahasiswa yang Mengalami Tekanan Toxic Masculinity" disusun oleh Rizka Alifia Ramadhani, NIM: 1860308223262, dengan pembimbing Femita Adelina, S. Psi., M. Si. Kata Kunci: fenomenologi, mahasiswa laki-laki, self-acceptance, toxic masculinity Fenomena toxic masculinity menjadi salah satu bentuk tekanan sosial yang memengaruhi kehidupan psikologis mahasiswa laki-laki. Tuntutan untuk selalu tampil kuat, mampu mengendalikan emosi, dan tidak menunjukkan kerentanan membuat sebagian mahasiswa mengalami tekanan emosional serta kesulitan menerima dirinya secara utuh. Dalam lingkungan sosial yang masih memandang maskulinitas secara kaku, mahasiswa laki-laki sering kali merasa harus menyesuaikan diri dengan standar tertentu agar dapat diterima oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa laki-laki dalam menghadapi tekanan toxic masculinity, proses self-acceptance yang terbentuk setelah mengalami tekanan tersebut, serta makna self-acceptance bagi partisipan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Partisipan dalam penelitian ini merupakan mahasiswa laki-laki yang pernah mengalami tekanan toxic masculinity. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan toxic masculinity dialami partisipan melalui tuntutan sosial untuk selalu terlihat kuat, menekan emosi, dan memenuhi standar maskulinitas tertentu. Tekanan tersebut memunculkan berbagai dampak psikologis seperti rasa minder, tekanan emosional, kecemasan, serta kesulitan mengekspresikan perasaan. Proses self-acceptance berkembang melalui pengalaman emosional, strategi coping, refleksi diri, serta dukungan sosial yang membantu partisipan memahami dirinya secara lebih realistis. Bagi partisipan, self acceptance dimaknai sebagai kemampuan untuk berdamai dengan diri sendiri dan menerima identitas diri tanpa harus terus-menerus mengikuti standar maskulinitas yang kaku. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengalaman tekanan toxic masculinity membuat partisipan lebih peka terhadap kondisi psikologis orang lain dan mendorong berkembangnya sikap empati serta kepedulian sosial.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Psikologi > Psikologi klinis |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam |
| Depositing User: | 1860308223262 RIZKA ALIFIA RAMADHANI |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 02:07 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 02:07 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71101 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
