MAKNA SELF-ACCEPTANCE PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PERKULIAHAN ATAS DASAR KETERPAKSAAN: STUDI FENOMENOLOGI DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

NATASYA, 1860308222186 and RATIH DIAN NUR FAIZAH, 199107151991072575 (2026) MAKNA SELF-ACCEPTANCE PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PERKULIAHAN ATAS DASAR KETERPAKSAAN: STUDI FENOMENOLOGI DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (4MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (291kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (404kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (328kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (667kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (342kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (985kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (439kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (402kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (423kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena mahasiswa yang menjalani perkuliahan bukan atas dasar keinginan penuh, melainkan karena faktor keterpaksaan baik internal maupun eksternal, sehingga memunculkan inkongruensi antara ideal-self dan real-self yang berpotensi menghambat proses penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan memahami makna self-acceptance pada mahasiswa yang menjalani pendidikan tinggi atas dasar keterpaksaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), melibatkan empat informan mahasiswa akhir dari empat fakultas berbeda di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dianalisis menggunakan teori Carl Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses self-acceptance pada keempat informan berlangsung secara dinamis, personal, dan tidak linear, diawali dengan inkongruensi yang signifikan pada fase awal perkuliahan berupa denial, perasaan minder, perbandingan sosial, culture shock, dan demotivasi akademik. Melalui actualizing tendency, informan menempuh berbagai strategi adaptif seperti membangun relasi sosial suportif, keterlibatan organisasi, reframing kognitif, dan spiritualitas, yang ditopang oleh positive regard dari orang tua dan teman sebaya. Ditemukan pula paradoks peran orang tua sebagai sumber conditions of worth sekaligus support system utama. Secara keseluruhan, meskipun proses penerimaan diri belum sepenuhnya tuntas pada sebagian informan, keempat informan menunjukkan pergeseran menuju congruence dan positive self-regard, sejalan dengan konsep fully functioning person dari Carl Rogers. Kata Kunci: self-acceptance, kuliah terpaksa, Carl Rogers, Interpretative Phenomenological Analysis, mahasiswa

Item Type: Skripsi
Subjects: Psikologi > Psikologi klinis
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam
Depositing User: 1860308222186 NATASYA
Date Deposited: 24 Aug 2026 01:20
Last Modified: 24 Aug 2026 01:20
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71234

Actions (login required)

View Item View Item