SILATURRAHIM DI ERA DIGITAL (Kajian Analisis Q.S An-Nisa [4]:1) PERSPEKTIF MA'NA CUM MAGHZA

KAFA BILLAH AUFA, 1860301221026 and SITI LAILATUL QOMARIYAH, 199205172018133700 (2026) SILATURRAHIM DI ERA DIGITAL (Kajian Analisis Q.S An-Nisa [4]:1) PERSPEKTIF MA'NA CUM MAGHZA. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (962kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (190kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (179kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (591kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (865kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (904kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (400kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (216kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (279kB)
[img] Text
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (327kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Silaturrahim di Era Digital (Kajian Analisis QS. An-Nisa [4]:1) Perspektif Ma’na> Cum Maghza>” ini ditulis oleh Kafa Billah Aufa, NIM. 1860301221026, dengan pembimbing Siti Lailatul Qomariyah M.Ag. Silaturrahim merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang mencakup upaya menjalin, menjaga, dan mempererat tali persaudaraan, baik berdasarkan hubungan darah, kerabat, maupun sesama muslim. QS. An-Nisā’ [4]:1 menjadi salah satu dalil utama yang memerintahkan umat manusia untuk bertakwa kepada Allah dan memelihara hubungan silaturrahim (al-arḥām). Di era digital, praktik silaturrahim mengalami transformasi signifikan. Teknologi digital berfungsi ganda: sebagai fasilitator yang memperluas jangkauan silaturrahim secara instan, murah, dan tanpa batas jarak melalui telepon, pesan singkat, video call, serta media sosial; sekaligus berpotensi mengurangi kualitas silaturrahim karena menggantikan pertemuan tatap muka yang kaya interaksi emosional dengan komunikasi virtual yang sering kali bersifat singkat dan kurang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi QS. An-Nisā’ [4]:1 terhadap praktik silaturrahim di era digital melalui pendekatan ma’na cum maghza yang dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kualitatif. Pendekatan ma’na cum maghza memungkinkan peneliti menggali makna literal dan konteks historis ayat (ma’na) sekaligus menarik pesan esensial dan universalnya (maghza) untuk diterapkan pada realitas kontemporer sehingga memunculkan rumusan masalah : Bagaimana makna historis QS. An-Nisa [4]:1, bagaimana signifikansi historis dari QS. An-Nisa [4]:1, bagaimana signifikansi fenomenal dinamis dari QS. An-Nisa [4]:1 terhadap persoalan silaturrahim di era digital. Melalui analisa ma’na> cum maghza> penelitian dari QS. An-Nisā’ [4]:1 menghasilkan tiga tahapan: 1) Makna historis (al-ma’na> at-ta>rikhi>) QS. an-Nisa [4]:1 menjelaskan tentang penciptaan manusia yang berasal dari satu jiwa, penciptaan pasangan hidup darinya, penyebaran keturunan, serta perintah bertakwa kepada allah yang disertai pemeliharaan hubungan silaturrahim (wa al-arh{a>m). 2) Signifikansi Historis (al-maghza> at-tari>khi) menerangkan ayat ini diturunkan di madinah, yang bertujuan untuk membangun tatanan masyarakat Madinah setelah nabi hijrah dengan menghapus kebiasaan jahiliyah berupa fanatisme kesukuan, perbandingan nasab, dan masalah sosial antara kaum muhajirin, ansar serta kelompok yahudi. 3) Signifikansi fenomenal dinamis (al-maghza> al-muta>h{arrik) tahap ini menjelaskan bahwa silaturrahim pada era digital merupakan bentuk dari perluasan dari esensi silaturahim yang semula bertatap muka kini bisa diubah dengan cara lain menggunakan gadget melalui platform digital berupa, Video call, chat, atau bantuan melalui transfer. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh fatwa MUI pada tahun 2020 dikala pandemi COVID-19, yang memperbolehkan silaturrahim melalui online asalkan menjaga etika dalam silaturrahim tetap dipertahankan agar tidak mengurangi dari kualitas emosional seseorang. Dengan demikian, ayat ini tetap relevan sebagai solusi (sa>lih{ li kulli> zaman wa> makan) yang mampu menjawab dari tantangan era digital dan memperkaya dari praktik penerapan silaturrahim sebagai bentuk ibadah sosial. Kata Kunci : Silaturrahim, Era Digital, QS. An-Nisa’ [4]:1, Ma’na Cum Maghza

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Agama > Al Quran
Covid-19
Ulama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: 1860301221026 KAFA BILLAH AUFA
Date Deposited: 24 Aug 2026 01:48
Last Modified: 24 Aug 2026 01:48
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71335

Actions (login required)

View Item View Item