PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA ANAK DI PANTI ASUHAN DENGAN RIWAYAT KEKERASAN ORANG TUA

NIHAYATUZ ZULVA, 1860308223240 and MALIK MAYA FAISATI, 198902212025212003 (2026) PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA ANAK DI PANTI ASUHAN DENGAN RIWAYAT KEKERASAN ORANG TUA. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (409kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (421kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (330kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (453kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (332kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (379kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (271kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Skripi dengan judul “Psychological Well Being Pada Anak di Panti Asuhan Dengan Riwayat Kekerasan Orang Tua” ini di tulis oleh Nihayatuz Zulva, NIM. 1860308223240, dengan pembimbing Ibu Malik Maya Faisati, M.Psi., Psikolog Kata Kunci: Psychological well-being, kekerasan orang tua, anak panti asuhan. Fenomena kekerasan terhadap anak oleh orang tua di Indonesia masih tergolong tinggi dan berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak. Penempatan anak di panti asuhan menjadi solusi intervensi untuk memutus siklus kekerasan dan memberikan ruang aman bagi pemulihan emosional. Menariknya, meskipun memiliki riwayat trauma, sebagian anak mampu menunjukkan keberfungsian psikologis yang optimal atau psychological well-being setelah tinggal di panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses tercapainya psychological well-being pada anak di panti asuhan yang memiliki riwayat kekerasan oleh orang tua dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan yang mengalami dampak psikologis negatif seperti rasa takut, cemas, dan rendahnya kepercayaan diri akibat kekerasan fisik serta pengabaian dari orang tua mampu mengalami perubahan psikologis yang positif, di mana para informan mampu menerima masa lalu dan memaafkan orang tua, membangun hubungan interpersonal yang sehat, meningkatkan kemandirian, serta mengembangkan potensi diri demi setelah tinggal di panti asuhan, lingkungan baru yang stabil, aman, dan kaya akan dukungan sosial dari pengasuh serta teman sebaya berhasil berfungsi sebagai faktor pelindung dalam pemulihan emosional mereka.

Item Type: Skripsi
Subjects: Psikologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam
Depositing User: 1860308223240 NIHAYATUZ ZULVA
Date Deposited: 24 Aug 2026 08:17
Last Modified: 24 Aug 2026 08:17
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71353

Actions (login required)

View Item View Item