MAMLUATUL SOLEQAH ASHAR, 1860308222136 and FARUQ, 199011072023141822 (2026) MAKNA KESEPIAN EMOSIONAL DALAM KEHIDUPAN KALANGAN LAJANG GENERASI Z (Studi Fenomenologis). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (331kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (236kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (496kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (191kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (129kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (153kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi dengan judul ”Makna Kesepian Emosional Dalam Kehidupan Kalangan Lajang Generasi Z: Studi Fenomenologis” ini ditulis oleh Mamluatul Soleqah Ashar, NIM. 1860308222136, dengan pembimbing Faruq, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Kesepian Emosional, Generasi Z, Lajang, Transformasi diri Generasi Z yang menjalani kehidupan lajang di era digital rentan mengalami kesepian emosional meski memiliki akses luas terhadap konektivitas sosial, fenomena yang belum banyak dikaji secara mendalam melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana individu lajang Generasi Z mengalami dan merasakan kesepian emosional, memahami serta merespons kondisi tersebut, dan menemukan makna dari pengalaman yang dialami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Melibatkan tiga partisipan Generasi Z berusia 23 hingga 25 tahun yang berstatus lajang dan berdomisili di Tulungagung dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan skor UCLA Loneliness Scale Version 3. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur sebanyak dua hingga tiga sesi per partisipan, kemudian dianalisis menggunakan manual coding hingga diperoleh tujuh tema superordinat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian emosional berakar pada defisit kelekatan sejak masa kanak-kanak dan dialami sebagai kekosongan yang konsisten, bahkan ketika individu berada di tengah keramaian. Hambatan keterhubungan muncul dari kelelahan emosional, paparan konten media sosial yang bersifat komparatif, sulitnya menemukan figur yang sefrekuensi, serta norma maskulinitas yang membatasi ekspresi emosional pada laki-laki. Dalam merespons kesepian, individu menjalani dialog batin yang intens disertai dimensi quarter life crisis, pengasingan diri melalui tidur berlebihan, dan penggunaan aplikasi kencan sebagai koping digital. Temuan yang menonjol pada penelitian ini adalah teridentifikasinya transformasi diri melalui kesepian, meliputi refleksi diri dan pendalaman spiritual, kemandirian emosional, serta reorientasi pikiran positif, sebuah dimensi yang belum banyak dibahas dalam literatur kesepian emosional sebelumnya. Kesepian emosional pada individu lajang Generasi Z tidak semata kondisi yang negatif, melainkan dapat menjadi ruang pertumbuhan psikologis yang bermakna ketika dihadapi dan diolah secara sadar. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam merumuskan strategi intervensi psikososial yang aplikatif, khususnya bagi kelompok lajang dewasa awal dalam mengelola tekanan budaya dan memutus siklus kesepian emosional akibat pelarian digital.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam |
| Depositing User: | 1860308222136 MAMLUATUL SOLEQAH ASHAR |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:54 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:54 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71375 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
