WILUJENG TRI WULANDARI, 1860310221002 and NURUL SETYAWATI HANDAYANI, 199209132023212045 (2026) ANALISIS DIGITAL INFORMATION FLUENCY PADA PENGGUNAAN APLIKASI PINTEREST SEBAGAI SUMBER REFERENSI PENJAHIT BAJU DI KABUPATEN TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (711kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (309kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (268kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (364kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (674kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan penjahit terhadap referensi model pakaian yang beragam untuk memenuhi permintaan pelanggan dan mengikuti perkembangan tren fashion. Salah satu media yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber referensi adalah aplikasi Pinterest. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Digital Information Fluency pada penggunaan aplikasi Pinterest sebagai sumber referensi model pakaian serta kendala yang dihadapi penjahit baju di Kabupaten Tulungagung dalam memanfaatkannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur dengan tiga informan yang merupakan penjahit di Kabupaten Tulungagung, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Teori yang digunakan adalah Digital Information Fluency (DIF) oleh Heine dan O'Connor (2001), yang meliputi tiga indikator, yaitu locating information efficiently, evaluating information effectively, dan using information ethically. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pinterest oleh penjahit telah mencerminkan penerapan ketiga indikator tersebut. Pada tahap locating information efficiently, penjahit mencari referensi menggunakan kata kunci, gambar, dan fitur rekomendasi. Pada tahap evaluating information effectively, penjahit menyeleksi desain berdasarkan kebutuhan pelanggan, tren fashion, tingkat kesulitan, ketersediaan bahan, dan kemampuan teknis. Sementara itu, pada tahap using information ethically, penjahit memodifikasi dan mengombinasikan beberapa referensi untuk menghasilkan desain yang lebih kreatif. Kendala yang ditemukan meliputi kesulitan memperoleh referensi yang sesuai, penggunaan kata kunci yang kurang tepat, desain yang kurang mengikuti tren terbaru, serta keterbatasan detail visual pada beberapa gambar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian Digital Information Fluency pada bidang fashion, khususnya mengenai pemanfaatan Pinterest sebagai sumber referensi digital bagi penjahit, serta menjadi masukan bagi penjahit untuk mengoptimalkan penggunaan media digital dalam memperoleh dan memanfaatkan informasi secara efektif.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Perpustakaan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam |
| Depositing User: | 1860310221002 WILUJENG TRI WULANDARI |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 06:26 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 06:26 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/72511 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
