PERKEMBANGAN KESENIAN REOG BULKIYO DI KABUPATEN BLITAR TAHUN 1937-2022

MOH KHOIRUL MUSLIM, 12209193124 (2023) PERKEMBANGAN KESENIAN REOG BULKIYO DI KABUPATEN BLITAR TAHUN 1937-2022. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (438kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (737kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (900kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (720kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (424kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (448kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (617kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Perkembangan Kesenian Reog Bulkiyo di Kabupaten Blitar tahun 1837 – 2022” yang di tulis oleh Moh Khoirul Muslim, NIM 12209193124, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dita Hendriani, M.A Kata Kunci: Perkembangan, Reog Bulkiyo, Respon masyarakat. Kajian ini mengangkat tema perkembangan seni tari yang dibawakan oleh pasukan Diponegoro. Peneliti mengambil pembahasan ini karena kesenian Reog Bulkiyo memiliki keunikan dari segi historis masih ada kaitannya dengan pasukan Diponegoro yang melarikan diri sampai ke Blitar setelah perang Jawa berakhir. Nama Bulkiyo diambil dari sebuah kitab Islam yang bernama kitab Ambiya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Kemloko, sehingga kesenian ini merupakan akulturasi Islam dan Jawa yang diciptakan oleh pasukan pengeran Diponegoro. Penelitian ini bertujuan untuk merekam sejarah perkembangan kesenian daerah agar dapat dimanfaatkan di masa mendatang, selain itu juga untuk mengetahui perkembangan kesenian Reog Bulkiyo dari tahun 1937-2022. Penelitian ini juga akan membahas pendapat masyarakat tentang kesenian Reog Bulkiyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 5 langkah, yang pertama adalah pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesenian Reog Bulkiyo merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan kesinambungannya memiliki hubungan kekerabatan. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa Kesenian Reog Bulkiyo merupakan kesenian yang dibawa oleh Prajurit Pengeran Diponegoro dari Bagelenan Jawa Tengah. Ada beberapa tokoh antara lain Kasan Mukawi, Kasan Ilyas dan Kasan Mustar yang merupakan penggagas gerakan Reog Bulkiyo dan melestarikannya untuk generasi selanjutnya. Dalam perkembangannya kesenian ini sempat ramai pada tahun 1837, kemudian seiring perkembangannya, era kesenian ini mengalami masa kemunduran mulai tahun 1970-an dan mengalami kevakuman pada tahun 1990. Kemudian, pada tahun 2009 kesenian ini di hidupkan kembali oleh Mbah Supangi, akhirnya kesenian ini terus berkembang sampai sekarang. Dalam hal pelestarian, Reog Bulkiyo didukung oleh pemerintah desa dan kabupaten dengan berbagai upaya pelestarian yang dibutuhkan. Selain itu, masyarakat Desa Kemloko berpendapat bahwa Reog Bulkiyo merupakan kesenian yang bagus dan harus terus dilestarikan. Karena secara tidak langsung membawa banyak dampak positif bagi daerah. Sampai saat ini masyarakat masih sangat menikmati pementasan Reog Bulkiyo dalam berbagai acara karena nilai-nilai Jawa dan Islam dalam kesenian Reog Bulkiyo sudah terlihat pada alat musik, pakaian, bendera, dan cerita bulkiyo yang diangkat dari kitab-kitab agama Islam

Item Type: Skripsi
Subjects: Ilmu Pengetahuan Sosial
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris IPS
Depositing User: 12209193098 Rohmatul Hidayati Maulidiyah
Date Deposited: 12 Sep 2023 07:33
Last Modified: 12 Sep 2023 07:33
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/39245

Actions (login required)

View Item View Item