FRANCISCA GLADYS AFRILIANDA, 1860101222165 and AMILIS KINA, 198508232023212030 (2026) IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS ISLAM DAN UNDANGUNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP KETIDAKSESUAIAN TIMBANGAN PRODUK PADA PELAKU USAHA KECIL KRUPUK UDANG BAKAR (Studi Pada Krupuk Udang Bakar di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (542kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (64kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (303kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (355kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (170kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (140kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (86kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (893kB) |
Abstract
Skripsi dengan judul: “Implementasi Etika Bisnis Islam Dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Terhadap Ketidaksesuaian Timbangan Produk Pada Pelaku Usaha Kecil Krupuk Udang Bakar (Studi Pada Krupuk Udang Bakar Di Desa Sumberjo Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung)”َ iniَ ditulisَ olehَ Franciscaَ Gladysَ Afrilianda,َ NIM.َ1860101222165, dengan pembimbing Ibu Amilis Kina, M.E.I. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam, Perlindungan Konsumen, Ketidak sesuaian Timbangan, Usaha Kecil. Penelitian ini mengkaji implementasi etika bisnis Islam dan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap praktik ketidaksesuaian timbangan produk pada pelaku usaha kecil krupuk udang bakar di Desa Sumberjo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Fokus penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian praktik penimbangan dan pengemasanَprodukَdenganَprinsipَkejujuranَ(ṣidq),َamanah,َdanَkeadilanَdalamَetika bisnis Islam serta dengan norma hukum perlindungan konsumen, khususnya terkait kewajiban pelaku usaha dan larangan memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan ukuran dan timbangan yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori etika bisnis Islam, teori kepatuhan hukum, dan teori efektivitas hukum sebagai kerangka analisis normatif dan empiris terhadap praktik yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penimbangan dan pengemasan krupuk udang bakar belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam. Ditemukan adanya ketidaksesuaian timbangan produk dalam kemasan yang tidak disertai dengan informasi yang jelas dan transparan kepada konsumen, sehingga bertentanganَ denganَ prinsipَ kejujuranَ (ṣidq),َ amanah,َ danَ keadilan,َ sertaَmelanggar larangan mengurangi timbangan sebagaimana ditegaskan dalam QS. al-Muṭaffifīnَ ayatَ 1–3. Ketidaksesuaian tersebut juga mengandung unsur gharar karena konsumen tidak memperoleh kepastian mengenai kuantitas barang yang menjadi objek transaksi. Dari perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, praktik tersebut bertentangan dengan kewajiban pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 7 huruf b dan d, serta memenuhi unsur larangan Pasal 8 ayat (1) huruf c karena produk yang diperdagangkan tidak sesuai dengan ukuran dan timbangan yang sebenarnya. Dengan demikian, praktik ketidaksesuaian timbangan tidak hanya merupakan persoalan teknis produksi, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak konsumen atas informasi yang benar dan kepastian kuantitas barang. Faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian timbangan meliputi keterbatasan alat ukur, rendahnya kesadaran hukum pelaku usaha, serta tidak adanya standar operasional prosedur produksi dan pengemasan yang baku. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa praktik ketidaksesuaian timbangan produk pada pelaku usaha kecil krupuk udang bakar tidak dapat dibenarkan baik secara etika bisnis Islam maupun secara hukum positif. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip etika bisnis Islam dan ketentuan hukum perlindungan konsumen guna mewujudkan kegiatan usaha yang adil, jujur, transparan, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi > Etika Bisnis Hukum > Hukum Ekonomi Islam Hukum > Undang-undang |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | 1860101222165 FRANCISCA GLADYS AFRILIANDA |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 07:08 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 07:08 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66259 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
