ANALISIS RESEPSI AUDIENS TALKSHOW WARUNG KOPI PLUS-PLUS TENTANG AKSI DEMO DI TULUNGAGUNG

AZKA JIBRA MAHARDHIKA SYAR, 126304212141 and FIONNA CHRISTABELLA, 198311142023212025 (2026) ANALISIS RESEPSI AUDIENS TALKSHOW WARUNG KOPI PLUS-PLUS TENTANG AKSI DEMO DI TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (294kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (280kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (294kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (297kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (233kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Azka Jibra Mahardhika Syar, 126304212141, 2025. Analisis Resepsi Audiens Talkshow Warung Kopi Plus-Plus tentang Aksi Demo di Tulungagung. Skripsi, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Fionna Christabella, S.Sn., M.A. Kata Kunci: Analisis Resepsi, Talkshow Warung Kopi Plus-Plus, Aksi Demonstrasi, David Morley Fenomena atau wacana aksi demonstrasi di Kabupaten Tulungagung memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai motif sebenarnya di balik gerakan tersebut; apakah murni demi kepentingan rakyat atau ditumpangi kepentingan transaksional. Talkshow Warung Kopi Plus-Plus (WKPP) di Radio Perkasa FM hadir sebagai ruang publik yang mengangkat wacana ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasumber mengonstruksi pesan (encoding) mengenai motivasi aksi demo dan bagaimana audiens dari berbagai latar belakang memaknai (decoding) pesan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Resepsi Encoding-Decoding serta analisis faktor sosiokultural David Morley. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan narasumber (aktivis, akademisi, birokrat) dan audiens, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam proses encoding, narasumber, WKPP mengonstruksi makna dominan (preferred reading) bahwa aksi demo di Tulungagung adalah gerakan moral yang murni demi kepentingan rakyat sekaligus menjadi sarana kontrol sosial yang sesungguhnya. (2) Dalam proses decoding, resepsi audiens terbagi ke dalam tiga posisi interpretasi. Posisi Dominan-Hegemonik ditempati oleh masyarakat umum dengan latar belakang pekerja sektor informal dan pekerja lepas (freelancer) yang menerima penuh narasi kemurnian aksi karena merasa terwakili. Posisi Negosiasi ditempati oleh kalangan birokrat (PNS) yang menerima legitimasi demo namun bersikap kritis terhadap detail motif dan cara penyampaian mengenai kasus tertentu yang dianggap mendramatisir. Posisi Oposisional ditempati oleh mahasiswa aktivis yang menolak klaim kemurnian aksi demo dan meyakini adanya kepentingan transaksional/politik praktis di balik aksi. Perbedaan pemaknaan ini dilatarbelakangi oleh faktor profesi, kelas sosial, pengalaman empiris, serta relasi kelompok yang dinaungi audiens.

Item Type: Skripsi
Subjects: Komunikasi Islam
Penyiaran Islam
Ilmu Komunikasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: 126304212141 AZKA JIBRA MAHARDHIKA SYAR
Date Deposited: 05 Mar 2026 01:34
Last Modified: 05 Mar 2026 01:34
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66751

Actions (login required)

View Item View Item