KHOLILAH DWI QODRI, 12307183002 (2025) EKSISTENSI KAIN TENUN IKAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA LOKAL DI DESA PARENGAN MADURAN LAMONGAN, 1950-1999. [ Skripsi ]
![]() |
Text
COVER.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
ABSTRAK.pdf Download (611kB) |
![]() |
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (426kB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Download (448kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (487kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (689kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (328kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (433kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (419kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas eksistensi kain tenun ikat sebagai warisan budaya lokal di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan pada periode 1950– 1999. Kain tenun ikat tidak hanya dipandang sebagai hasil kerajinan sandang, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, nilai sosial, dan spiritual masyarakat setempat. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini ada dua. Pertama, Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberlangsungan tradisi tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan? Kedua, Bagaimana bentuk eksistensi kain tenun ikat sebagai warisan budaya lokal di tengah dinamika sosial masyarakat Parengan selama periode tersebut di Desa Parengan?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan, keberlanjutan, serta dinamika sosial-ekonomi yang memengaruhi tradisi menenun di Parengan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang mencakup tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tenun ikat mengalami masa kejayaan pada dekade 1950–1970-an dengan melibatkan banyak perempuan sebagai pelaku utama, kemudian mengalami kemunduran akibat tekanan modernisasi, masuknya kain pabrik, dan menurunnya minat generasi muda. Meskipun mengalami penurunan, sebagian masyarakat tetap mempertahankan tradisi ini sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai leluhur. Studi ini menegaskan bahwa kain tenun ikat Parengan merupakan warisan budaya tak benda yang penting dan memerlukan perhatian lebih untuk dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Kata kunci: Kain Tenun Ikat, Warisan Budaya Lokal, Parengan
Item Type: | Skripsi |
---|---|
Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam |
Depositing User: | 12307183002 KHOLILAH DWI QODRI |
Date Deposited: | 27 Aug 2025 04:26 |
Last Modified: | 27 Aug 2025 04:26 |
URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/61427 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |