LADIN, 12950221041 and AKHYAK, 196710291994031004 and ABD. AZIZ, 197206012000031002 (2025) KONSTRUKSI SOSIAL DAKWAH PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA INDONESIA. [ Disertasi ]
|
Text
COVER.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (338kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (398kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (720kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (419kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (436kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (305kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Desertasi dengan judul “Konstruksi Sosial Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama” ini ditulis oleh Ladin NIM 12950221041, dengan Promotor Prof.Dr.H.Akhyak.M.Ag. dan Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I. Kata Kunci: Konstruksi Sosial Dakwah, Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama. Dakwah Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya di bidang keagamaan tetapi social kemasyarakatan yang mencakup segala lini kehidupan manusia hal ini sesuai dengan definisi organisasi NU sebagai Jam’iyah diniyah ijtimaiyah, sehingga memiliki kewajiban menyebarkan dan mengatualisasikan Islam rahmatan lil ‘alamiin di tengah tengah masyarakat , di era disrupsi Perubahan social semakin cepat di sertai kemajuan pesat teknologi informasi dan digital (Global Village) hal ini berakibat problem yang di timbulkan semakin kompleks sehingga dakwah NU di harapkan memberi kontribusi dan solusi konkrit bagi kemaslahatan umat. kegelishan muncul bagaimana Lembaga Dakwah PBNU mengontrol dan adaptif di tengah perubahan sosial. Fokus penelitian ini adalah 1. Bagaimana Epistimologi Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdhatul Ulama 2. Bagaimana ontologi Dakwah Pengurus Besar Nahdhatul Ulama 3. Bagaimana Strategi Dakwah Pengurus Besar Nahdhatul Ulama Metode penelitian yang digunakan adalah studi multisitus di Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdhatul Ulama. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pandangan dan pengalaman dengan analisis dokumen, wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1. Lembaga Dakwah PBNU memiliki epistimologi yang berbasis pada paham Ahlussunah wal jamaah Annahdliyah ,menekankan pengetahuan sahih dan kontekstual secara teoritis memformulasikan pendekatan dakwah berbasis maqāṣid al-syarī‘ah yang mampu menyeimbangkan antara nilai-nilai agama dan realitas sosial masyarakat modern, bergesernya titik tekan teori dakwah dari paradigma tekstual-formalistik menuju pendekatan epistemologis transformatif yang membumi. 2. Lembaga Dakwah PBNU sebagai entitas sosial- religius yang mempresentasikan Islam Nusantara tidak hanya berpijak pada konstruksi struktur tetapi juga melakukan akulturasi , adaptif menghadapi era industry digital dengan memasukan aspek dakwah ke dalam platform media social. memperkuat resource sumberdaya insani sebagai penggerak dakwah NU, penguatan pranata social dan dakwah di tingkatan akar rumput yang visioner, terdepan dalam melakukan transformasi social masyarakat Indonesia menuju masyarakat utama (khoiru Ummah ) yang berkeadilan ,berkesejahteraan ber keadaban dan bermartabat. 3.Integrasi pendekatan strategis dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta narasi inklusif terhadap pluralitas masyarakat, adanya pembentukan teori dakwah partisipatoris-multikultural. Implikasi teoritis ini menekankan bahwa dakwah masa kini tidak lagi cukup menggunakan model linier- transmisi, tetapi perlu berbasis pada interaktivitas, dialog budaya, serta kolaborasi sosial yang memanfaatkan ekosistem digital. Ini memberikan landasan bagi formulasi teori dakwah digital berbasis kearifan lokal (digital-local wisdom based da‘wah theory), yang menyatukan tradisi keislaman klasik dengan inovasi teknologi kontemporer. Dalam konteks hukum Islam, pendekatan ini berimplikasi pada perluasan pemahaman dakwah sebagai bagian dari ijtihad sosial (ijtihād ijtimā‘ī), yaitu aktivitas keagamaan yang tidak hanya mendakwahkan hukum, tetapi juga membangun kesadaran hukum (legal consciousness) yang kontekstual dan inklusif. Dakwah tidak sekadar menyampaikan hukum, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan etika sosial dan solidaritas kebangsaan yang sejalan dengan prinsip al-‘adālah (keadilan), al- ta‘āyush (koeksistensi), dan al-taṣāmuḥ (toleransi). Dengan demikian, pendekatan dakwah NU dapat direkonstruksi sebagai manifestasi praksis maqāṣid al-syarī‘ah dalam ruang publik kontemporer. Secara keseluruhan, implikasi teoritis ini menghasilkan kerangka baru yang dapat disebut sebagai Contextual Archipelagic Da'wah Theory (Teori Dakwah Nusantara Kontekstual), yaitu sebuah paradigma dakwah yang berbasis pada epistemologi keilmuan Islam, ontologi budaya lokal, dan strategi partisipatif-kolaboratif, yang bersumber dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama‘ah dan berorientasi pada keislaman dan keindonesiaan yang moderat.
| Item Type: | Disertasi |
|---|---|
| Subjects: | Manajemen Dakwah Nahdlatul Ulama Sosiologi Agama |
| Divisions: | Pascasarjana > Disertasi > Studi Islam Interdisipliner |
| Depositing User: | 12950221041 LADIN |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 08:13 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 08:13 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67283 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
