ANALISIS PASAL 9 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA TERHADAP FENOMENA PELANGGARAN VISUALISASI STUDIO GHIBLI DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH

EVYTA NURUL ASTUTI, 1860103221028 and AHMADI ABDUL SHOMAD FAIZ NAHDHIYANTO, 198204212025211002 (2026) ANALISIS PASAL 9 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA TERHADAP FENOMENA PELANGGARAN VISUALISASI STUDIO GHIBLI DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (776kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (336kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (337kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (308kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (430kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (291kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (525kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (532kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (218kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (205kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (505kB)

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong munculnya fenomena visualisasi bergaya Studio Ghibli yang menimbulkan persoalan hukum terkait perlindungan hak cipta. Penggunaan AI yang menghasilkan visual dengan kemiripan substansial terhadap karya Studio Ghibli memunculkan dugaan pelanggaran hak ekonomi pencipta sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Di sisi lain, regulasi di Indonesia belum mengatur secara khusus penggunaan karya berhak cipta sebagai data pelatihan AI sehingga menimbulkan kekosongan hukum. Penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai bentuk pelanggaran hak cipta pada visualisasi Studio Ghibli, analisis penerapan Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Hak Cipta terhadap fenomena tersebut, serta tinjauannya dalam perspektif fiqih siyasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran hak cipta dalam visualisasi Studio Ghibli berbasis AI, mengkaji penerapan Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 terhadap perlindungan hak ekonomi pencipta, serta menganalisis relevansi prinsip-prinsip fiqh siyāsah dalam memberikan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber data berasal dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan ketentuan hukum, doktrin, putusan, serta prinsip-prinsip fiqih siyasah yang berkaitan dengan perlindungan hak cipta terhadap visualisasi berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan visualisasi Ghibli style berbasis AI tanpa izin berpotensi melanggar hak ekonomi pencipta karena memanfaatkan karya yang dilindungi untuk kepentingan komersial maupun pelatihan AI. Pasal 9 ayat (1) memberikan dasar perlindungan, tetapi belum mengakomodasi secara khusus penggunaan karya sebagai data pelatihan AI. Dalam perspektif fiqih siyasah, hak cipta merupakan bagian dari milkiyah yang wajib dilindungi berdasarkan prinsip hifẓ al-mā, al-'adl, dan al-maṣlaḥah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi agar perlindungan hak cipta mampu menjawab perkembangan teknologi secara adil dan memberikan kepastian hukum.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Hak Kekayaan Intelektual
Hukum > Perlindungan Hukum
Hukum > Undang-undang
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara
Depositing User: 1860103221028 EVYTA NURUL ASTUTI
Date Deposited: 08 Jul 2026 03:35
Last Modified: 08 Jul 2026 03:35
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68989

Actions (login required)

View Item View Item