SEJARAH CANDI DADI (Berdasarkan Perspektif Budayawan dan Masyarakat)

JAIYANA ZAHRANI, 1860209222071 and HENDRA PRATAMA, 198508142023211013 (2026) SEJARAH CANDI DADI (Berdasarkan Perspektif Budayawan dan Masyarakat). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (631kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (232kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (214kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (279kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (469kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (311kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (227kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Sejarah Candi Dadi (Berdasarkan Perspektif Budayawan dan Masyarakat)” ini ditulis oleh Jaiyana Zahrani, NIM. 1860209222071, Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Hendra Pratama M.Pd. Kata Kunci: Sejarah, Candi Dadi, Hindu-Buddha, Cagar Budaya, IPS Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum jelasnya sejarah Candi Dadi, khususnya terkait waktu pembangunannya, akibat tidak ditemukannya prasasti, relief, maupun angka tahun yang dapat menjelaskan secara pasti asal-usul candi tersebut. Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Candi Dadi juga belum banyak dikaji secara mendalam. Dalam proses belajar IPS, penggunaan Candi Dadi sebagai referensi untuk belajar sejarah lokal masih belum dimaksimalkan, karena materi pengajaran lebih banyak menekankan pada candi-candi terkenal, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah Candi Dadi dari sudut pandang para budayawan dan masyarakat, mengidentifikasi nilai-nilai yang ada di dalamnya, serta memahami bagaimana candi tersebut dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPS yang berkaitan dengan materi kerajaan Hindu-Buddha. Rumusan masalahnya meliputi: 1) Bagaimana sejarah Candi Dadi berdasarkan perspektif budayawan dan masyarakat? 2) Bagaimana nilai-nilai penting yang terkandung dalam Candi Dadi? 3) Pengenalan Candi Dadi oleh guru IPS pada materi kerajaan Hindu–Buddha? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Candi Dadi yang terletak di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, sedangkan untuk melihat pengenalan Candi Dadi dalam pembelajaran IPS dilakukan di SMP Negeri 1 Boyolangu. Subjek penelitian meliputi budayawan, masyarakat Desa Wajak Kidul, guru IPS, serta peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sementara itu, untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Dadi dibangun pada masa Majapahit di masa akhir pemerintahan Prabu Hayam Wuruk yakni di abad ke 14 M. Masyarakat Desa Wajak Kidul memiliki folklor mengenai Candi Dadi yang memiliki kemiripan dengan legenda Candi Prambanan. Sementara itu, narasi yang menyebutkan bahwa Candi Dadi dibangun oleh alien tidak memiliki dasar sejarah yang jelas sehingga tidak dapat dibenarkan. Candi Dadi dipandang memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan, pertapaan, dan sebagai tempat pembakaran abu jenazah. Nilai religius yang terkandung dalam candi Dadi meliputi Candi di gunakan sebagai tempat ibadah, serta memiliki nilai spiritual level tertinggi. Sedangkan, nilai sosialnya adalah Candi Dadi mengandung nilai solidaritas dan gotong royong. Dalam pembelajaran IPS, guru IPS kelas VIII di SMP Negeri 1 Boyolangu telah mengenalkan Candi Dadi melalui metode ceramah dan penugasan. Candi Dadi diintegrasikan dalam materi Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu–Buddha pada Tema 01 semester ganjil kelas VIII. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu untuk melakukan kunjungan lapangan serta minimnya literatur mengenai Candi Dadi. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan sumber informasi dari internet. Guru IPS memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran pelestarian cagar budaya kepada peserta didik, sehingga pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap warisan budaya lokal.

Item Type: Skripsi
Subjects: Ilmu Pengetahuan Sosial > Antropologi
Ilmu Pengetahuan Sosial > Geografi
Pendidikan > Metode Pembelajaran
Pariwisata > Obyek Wisata
Pendidikan > Pendidikan Menengah Pertama
Pendidikan > Pembelajaran
Pariwisata > Wisata Religi
Ilmu Pengetahuan Sosial > Sejarah
Sejarah Kebudayaan Islam
Pendidikan > Sumber Belajar
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris IPS
Depositing User: 1860209222071 JAIYANA ZAHRANI
Date Deposited: 16 Jul 2026 06:27
Last Modified: 16 Jul 2026 06:27
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69616

Actions (login required)

View Item View Item