KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA KELAS X MAN 1 KOTA KEDIRI

NAELA KARIMA, 1860204222136 and MAR'ATUS SOLIHAH, 198912112025212012 (2026) KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA KELAS X MAN 1 KOTA KEDIRI. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (588kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (310kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (285kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (359kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (717kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (397kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (426kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (211kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (271kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Kemampuan Berpikir Reflektif dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Barisan dan Deret Ditinjau Dari Self Regulated Learning Pada Siswa Kelas X Man 1 Kota Kediri” ini ditulis oleh Naela Karima, NIM. 1860204222136, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan Pembimbing Ibu Mar’atus Sholihah, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Reflektif, Soal Cerita, Barisan dan Deret, Self Regulated Learning. Kemampuan berpikir reflektif merupakan kemampuan yang penting dalam menyelesaikan soal cerita matematika karena membantu siswa memahami masalah, menghubungkan konsep, menentukan strategi penyelesaian, serta mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian. Namun, kemampuan berpikir reflektif siswa masih tergolong rendah, ditunjukkan dengan kesulitan memahami soal, memilih konsep yang tepat, dan mengevaluasi penyelesaian yang diperoleh. Selain itu, terjadi ketidaksesuaian antara perilaku siswa dengan konsep self regulated learning sehingga siswa cenderung kurang mandiri dalam mengatur proses belajar dan bergantung pada contoh maupun bantuan instan serta pengumpulan tugas yang terlambat secara berulang-ulang. Untuk mendukung berkembangnya kemampuan berpikir reflektif, diperlukan self regulated learning sebagai kemampuan siswa dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajar secara mandiri agar kemampuan berpikir reflektif dapat berkembang secara optimal. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa kelas X MAN 1 Kota Kediri dengan self regulated learning tinggi dalam menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret, (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa kelas X MAN 1 Kota Kediri dengan self regulated learning sedang dalam menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret, (3) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa kelas X MAN 1 Kota Kediri dengan self regulated learning rendah dalam menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari 36 siswa kelas X-B MAN 1 Kota Kediri. Berdasarkan hasil angket self regulated learning, dipilih 6 siswa yang terdiri atas 2 siswa kategori self regulated learning tinggi, 2 siswa kategori self regulated learning sedang, dan 2 siswa kategori self regulated learning rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kemampuan berpikir reflektif siswa dengan self regulated learning tinggi dalam menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret mampu melalui seluruh tahapan pada fase berpikir reflektif, yaitu reacting, comparing/elaborating, dan contemplating sehingga dapat dikategorikan reflektif, (2) Kemampuan berpikir reflektif siswa dengan self regulated learning sedang dalam menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret mampu melalui dua tahapan pada fase berpikir reflektif, yaitu reacting, dan comparing/elaborating saja sehingga dapat dikategorikan cukup reflektif, (3) Kemampuan berpikir reflektif siswa dengan self regulated learning rendah dalam menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret mampu melalui satu tahapan pada fase berpikir reflektif, yaitu reacting saja sehingga dapat dikategorikan kurang reflektif.

Item Type: Skripsi
Subjects: Matematika > Pola Bilangan
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: 1860204222136 NAELA KARIMA
Date Deposited: 14 Sep 2026 04:42
Last Modified: 14 Sep 2026 04:42
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71919

Actions (login required)

View Item View Item