ROHMATUL LAILI ISNIAH, 126103213277 and YUSRON MUNAWIR, 198403152019031011 (2025) STUDI KOMPARASI PERLINDUNGAN HAK CIPTA KARYA MUSIK ATAS ROYALTI DI INDONESIA DAN KOREA SELATAN. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (632kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (53kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (92kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (162kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (86kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (268kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (80kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (74kB) |
|
|
Text
BAB VII.pdf Restricted to Registered users only Download (66kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (506kB) |
Abstract
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Studi Komparasi Perlindungan Hak Cipta Karya Musik Atas Royalti di Indonesia dan Korea Selatan” yang di susun oleh Rohmatul Laili Isniah dengan NIM. 126103213277, dengan dosen pembimbing Yusron Munawir, S.H.I,M.H. Kata Kunci : hak cipta, royalti, musik, KOMCA, LMKN. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan royalti di Indonesia. Dalam era digitalisasi, tantangan terhadap perlindungan hak cipta semakin kompleks, seperti pembajakan dan pemanfaatan karya tanpa izin, yang merugikan pencipta lagu. Perlindungan hak cipta karya musik menjadi semakin penting di era digital ini, di mana pelanggaran hak cipta dapat terjadi dengan sangat mudah dan cepat. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan dalam perlindungan hak cipta karya musik atas royalti di Indonesia dan Korea Selatan. Dengan membandingkan kedua sistem hukum, penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing sistem, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan dan praktik perlindungan hak cipta terhadap karya musik di negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan komparatif untuk menganalisis perbedaan sistem hukum dan mekanisme pengelolaan royalti di kedua negara, teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif preskriptif yang berfokus pada memberikan rekomendasi atau solusi berdasarkan temuan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Perbandingan Perlindungan Hak Cipta Musik atas Royalti di Indonesia dengan Korea Selatan yaitu : Indonesia menggunakan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dan sistem pengelolaan royalti melalui LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional), Korea Selatan memiliki sistem yang lebih terstruktur melalui KOMCA (Korea Music Copyright Association) yang mengelola royalti secara real-time, transparan, dan digital, Kedua negara telah meratifikasi Konvensi Bern, namun implementasi dan efektivitas perlindungan hukum di Korea Selatan jauh lebih maju dan efisien dibanding Indonesia. 2. Kelebihan dan Kekurangan Sistem di Kedua Negara yaitu di Indonesia kelebihannya adalah adanya peraturan pemerintah yang mengatur penggunaan royalti untuk dana operasional dan cadangan, serta distribusi royalti kepada pencipta yang belum menjadi anggota LMK serta Indonesia memiliki sanksi hukum yang cukup tegas terhadap pelanggaran hak cipta, terutama mengenai denda yang besar, Kekurangan adalah kurangnya transparansi dalam distribusi royalti, rendahnya literasi masyarakat tentang hak cipta, lemahnya penegakan hukum, dan minimnya penggunaan teknologi digital dalam pengawasan karya musik. Sedangkan di Korea Selatan Kelebihannya adalah sistem digital real-time untuk pemantauan penggunaan lagu, transparansi tinggi, edukasi masyarakat, dan kepercayaan tinggi terhadap lembaga pengelola, Kekurangannya adalah royalti yang diterima pencipta dikurangi biaya administrasi dan pajak, denda maksimal 50 juta won, serta syarat yang ketat untuk keanggotaan penuh KOMCA. 3. Konsep Perlindungan Hak Cipta Ideal untuk Indonesia yaitu dengan mengadopsi sistem pemantauan digital real-time seperti yang digunakan KOMCA di Korea Selatan, meningkatkan edukasi dan literasi hukum hak cipta kepada masyarakat umum, memperkuat dan menata ulang tata kelola LMKN agar lebih profesional, akuntabel, dan dipercaya publik.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Tata Negara Hukum > Undang-undang |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | 126103213277 ROHMATUL LAILI ISNIAH |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 07:53 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 07:53 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66755 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
