FASHION SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL FENOMENASKENA HIP-HOP DI TULUNGAGUNG

DINAR TAHTA AL FIRDAUS, 1860309222075 and FITRIA RISMANINGTYAS, 199004272023212032 (2026) FASHION SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL FENOMENASKENA HIP-HOP DI TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (455kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (277kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (246kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (230kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (491kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (229kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (307kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (185kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (134kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (961kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Fashion Sebagai Identitas Sosial Fenomena Skena Hip-Hop di Tulungagung” ini ditulis oleh Dinar Tahta Al Firdaus, NIM. 1860309222075, dengan pembembing Fitria Rismaningtyas, M. Sos. Kata kunci: fashion, ekspresi diri, identitas sosial, hip-hop, interaksionisme simbolik. Fenomena berkembangnya budaya hip-hop di tingkat lokal, khususnya di Tulungagung, menunjukkan bahwa hip-hop tidak hanya menghadirkan musik sebagai media ekspresi, tetapi juga fashion sebagai representasi identitas sosial. Dalam skena hip-hop, fashion tidak sekadar dipahami sebagai gaya berpakaian, melainkan sebagai bentuk komunikasi simbolik yang merepresentasikan nilai, preferensi budaya, dan posisi individu dalam komunitas. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa identitas sosial terbentuk melalui proses interaksi dan pertukaran makna yang berlangsung secara terus-menerus di antara para anggota komunitas. Berdasarkan fenomena tersebut, kajian ini bertujuan untuk menganalis is dan memahami makna fashion dalam skena hip-hop Tulungagung melalui perspektif interaksionisme simbolik. Pendekatan yang digunakan adalah penelit ian kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anggota skena hip-hop Tulungagung yang aktif dalam berbagai kegiatan komunitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead, khususnya konsep I, Me, dan generalized other. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hip-hop di Tulungagung dimaknai sebagai ruang ekspresi diri, kreativitas, dan solidaritas komunitas. Identitas hip-hop anggota skena Tulungagung lebih banyak dibentuk oleh proses pergaulan komunitas dan pencarian identitas diri dibandingkan pemahaman ideologis terhadap sejarah perlawanan hip-hop. Fashion berfungsi sebagai media ekspresi diri, sarana komunikasi simbolik antaranggota, pembentuk rasa percaya diri, penguat sense of belonging, serta representasi posisi individu dalam struktur komunitas. Pilihan gaya berpakaian tidak hanya didasarkan pada preferensi pribadi, tetapi juga merupakan hasil negosiasi antara dorongan individual (I), norma sosial komunitas (Me), dan ekspektasi kolektif (generalized other). Dengan demikian, fashion dalam skena hip-hop Tulungagung berperan sebagai mekanisme sosial yang membentuk identitas individu sekaligus memperkuat kohesi dan solidaritas komunitas melalui proses interaksi simbolik yang dinamis.

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 1860309222075 DINAR TAHTA AL FIRDAUS
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:52
Last Modified: 11 Aug 2026 06:52
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70866

Actions (login required)

View Item View Item