PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANTARA MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN PROBLEM BASED LEARNING MATERI EKOSISTEM DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS X SMA NEGERI 1 DURENAN

FARIDHA AULIA NUR RAHMI, 1860208223093 and MUHAMMAD IQBAL FILAYANI, 199005302023211014 (2026) PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANTARA MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN PROBLEM BASED LEARNING MATERI EKOSISTEM DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS X SMA NEGERI 1 DURENAN. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (797kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (340kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (266kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (314kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (935kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (536kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (333kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (187kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Dan Kemampuan Berpikir Krtitis Antara Model Pembelajaran Jigsaw dan PBL Materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan Kelas X SMA Negeri 1 Durenan” ini ditulis oleh Faridha Aulia Nur Rahmi, NIM. 1860208223093, dengan pembimbing Muhammad Iqbal Filayani, M.Si. Kata Kunci : Model Pembelajaran Jigsaw, Model Pembelajaran Problem Based Learning, Hasil Belajar, Kemampuan Berpikir Kritis, Ekosistem dan Perubahan Lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan di lapangan yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Durenan pada mata pelajaran biologi. Selain itu, aktivitas diskusi kelompok belum berjalan optimal karena didominasi oleh segelintir siswa saja, yang mengakibatkan mayoritas siswa cenderung pasif dan kurang terlibat dalam proses analisis, evaluasi, serta pengambilan keputusan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam mengkaji dan memecahkan problematika lingkungan yang bersifat kompleks secara kritis dan sistematis. Kondisi ini menuntut adanya penerapan model pembelajaran kooperatif yang inovatif agar mampu menstimulus keterlibatan aktif siswa sekaligus mengasah ketajaman analisis mereka. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menguji dan mengetahui secara empiris mengenai: (1) perbedaan peningkatan hasil belajar antara model pembelajaran jigsaw dan Problem Based Learning materi ekosistem dan perubahan lingkungan di kelas X SMA Negeri 1 Durenan. ; (2) perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara model pembelajaran jigsaw dan Problem Based Learning materi ekosistem dan perubahan lingkungan di kelas X SMA Negeri 1 Durenan.; serta (3) perbedaan peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis antara model pembelajaran jigsaw dan Problem Based Learning pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan di kelas X SMA Negeri 1 Durenan. Metode penelitian yang digunakan mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui jenis penelitian eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain pretest-posttest control group design. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yang menetapkan kelas X Eksperimen (menggunakan model Jigsaw) dan kelas X Kontrol (menggunakan model Problem Based Learning). Pengumpulan data dikumpulkan secara sistematis menggunakan instrumen tes tertulis berupa pilihan ganda untuk hasil belajar kognitif dan esai untuk kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Independent Samples T-test dan Multivariate Analysis of Variance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan Problem Based Learning, yang dibuktikan melalui uji Independent Samples T-test dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,099 > 0,05. Kedua model sama-sama efektif dalam meningkatkan hasil belajar karena sama-sama berpusat pada siswa (student-centered learning). (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan Problem Based Learning, yang dibuktikan melalui uji Independent Samples T-test dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Model Jigsaw memberikan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik melalui aktivitas kelompok ahli dan kelompok asal yang mendorong siswa menganalisis, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi secara aktif. (3) Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis secara simultan antara model pembelajaran Jigsaw dan Problem Based Learning pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan, yang dibuktikan melalui uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan nilai signifikansi Wilks' Lambda sebesar 0,000 < 0,05.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan > Hasil Belajar
Pendidikan > Pendidikan Menengah Pertama
Pendidikan > Pembelajaran
Biologi
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Biologi
Depositing User: 1860208223093 FARIDHA AULIA NUR RAHMI
Date Deposited: 17 Aug 2026 03:47
Last Modified: 17 Aug 2026 03:47
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70979

Actions (login required)

View Item View Item