MUHAMAD KHUSNUL ARIEFIN, 1860307221011 and RIZAL ZAMZAMI, 199004122020121006 (2026) KESENIAN REOG BULKIYO: SEBAGAI HIBURAN RAKYAT DAN SIMBOL PERLAWANAN ISLAM MELAWAN KEKAFIRAN DI DESA KEMLOKO BLITAR 1830-1855. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (996kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (236kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (225kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (557kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (78kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini membahas kesenian Reog Bulkiyo sebagai hiburan rakyat dan simbol perlawanan Islam melawan kekafiran di Desa Kemloko, Blitar, 1830-1855. Reog Bulkiyo muncul pasca Perang Jawa tahun 1825-1830 ketika sisa pasukan Laskar Diponegoro melarikan diri ke pedalaman Jawa, termasuk Blitar. Dalam bantuan Bupati Aryo Ronggo Hadinegoro, pasukan tersebut melakukan babat alas Desa Kemloko dan menyamarkan identitas keprajuritan dalam bentuk kesenian tradisional untuk menghindari pengawasan ketat pemerintah kolonial Belanda. Terdapat rumusan masalah dalam skripsi ini yakni sebagai berikut: Pertama, bagaimana dinamika latar belakang kedatangan laskar Bulkiyo di Desa Kemloko Blitar pasca Perang Jawa tahun 1830 ? Kedua, bagaimana proses perkembangan kesenian Reog Bulkiyo sebagai hiburan rakyat tahun 1830-1855 ? bagaimana simbol perlawanan Islam terhadap kolonialisme yang diwujudkan dalam kesenian Reog Bulkiyo ? Skripsi ini juga memiliki beberapa tujuan sebagai berikut: Pertama, menjelaskan dinamika kedatangan laskar diponegoro di Desa Kemloko. Kedua, mengkaji perkembangan kesenian Reog Bulkiyo sebagai hiburan rakyat. Ketiga, menganalisis simbol-simbol perlawanan Islam di dalam kesenian Reog Bulkiyo. Skripsi ini menggunakan penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber (verifikasi), interpretasi, historiografi. Hasil dari skripsi ini sebagai berikut: Pertama, kedatangan Laskar Bulkiyo dipicu oleh tertangkapnya Pangeran Diponegoro pada tahun 1830, yang memaksa mereka bermigrasi demi keselamatan dan membangun permukiman agraris baru. Kedua, kesenian Reog Bulkiyo berkembang menjadi hiburan rakyat yang berfungsi mengikat solidaritas sosial serta menyembuhkan trauma luka sosial pasca-perang secara turun-temurun di bawah pakem yang ketat. Ketiga, kesenian ini memuat simbol perlawanan Islam terselubung melalui atribut busana prajurit, formasi tari berwujud latihan perang, serta narasi jihad kitab Ambiya antara tokoh Bulkiyo melawan Karungkala yang dipadukan Hanoman dan Dasamuka, sehingga merepresentasikan pertempuran antara kebaikan sebagai umat Islam melawan keburukan yakni pemerintahan Belanda. Kata Kunci: Blitar, Hiburan Rakyat, Kemloko, Perlawanan Islam, Reog Bulkiyo
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Kebudayaan Islam Sejarah Kebudayaan Islam Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | 1860307221011 MUHAMAD KHUSNUL ARIEFIN |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 03:03 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 03:03 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/72444 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
